Mahasiswa ITC Aceh Studi Lanjut ke EWIC Malaysia dengan Beasiswa Baitul Mal Aceh
Banda Aceh – Sebanyak tujuh mahasiswa International Tourism College Aceh penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh diberangkatkan ke Malaysia untuk melanjutkan pendidikan Program Diploma II di East West International College.
Prosesi pelepasan mahasiswa berlangsung di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, dan dihadiri unsur pimpinan Baitul Mal Aceh serta pihak ITC Aceh.
Para mahasiswa akan menempuh pendidikan di EWIC, institusi pendidikan tinggi swasta di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia yang fokus pada bidang vokasi dan pariwisata. Kampus tersebut dikenal dengan program Work-Based Learning (WBL), yakni kuliah sambil menjalani magang berbayar di hotel berbintang di Malaysia.
Melalui program itu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pengalaman kerja internasional di bidang pariwisata dan perhotelan.
Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Taufik Hidayat, mengatakan dukungan terhadap keberangkatan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat secara produktif untuk pendidikan dan pengembangan generasi muda Aceh.
“Kami berharap mahasiswa yang berangkat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kompetensi, serta membawa nama baik Aceh di tingkat internasional,” ujar Taufik, Jumat (8/5/2026).
Ia menilai program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Aceh yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja global.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Ikhsan Ahyat, berpesan agar mahasiswa menjaga akhlak, disiplin, dan semangat belajar selama berada di luar negeri.
“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Kalian adalah duta Aceh yang membawa harapan masyarakat dan para muzakki,” katanya.
Ikhsan juga menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baitul Mal Aceh sehingga program pendidikan tersebut dapat terus berjalan.
“Berkat kepercayaan dan kepedulian para muzakki, program-program pendidikan seperti ini dapat terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Manager ITC Aceh, Muhammad Galih Ramadani, mengapresiasi dukungan Baitul Mal Aceh terhadap mahasiswa penerima program pendidikan vokasi luar negeri tersebut.
Menurutnya, kerja sama itu membuka peluang besar bagi mahasiswa Aceh untuk memperoleh pengalaman pendidikan dan kerja di tingkat internasional.
“Mudah-mudahan ke depan mahasiswa yang melanjutkan studi ke Malaysia ini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi muzakki dan berkontribusi kembali untuk masyarakat Aceh,” pungkas Galih. (red)
