Kisah NABI ADAM Alayhis Salaam

Kisah NABI ADAM Alayhis Salaam. Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allâh Subhânahu wa Ta^âlâ. Beliau adalah seorang Nabi.

Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allâh Subhânahu wa Ta^âlâ. Beliau adalah seorang Nabi. Allâh memberi keistimewaan kepada manusia daripada jenis-jenis ciptaan-Nya yang lain. Namun, itu tidak berarti bahwa semua manusia lebih baik daripada semua ciptaan lainnya. Yang dimaksudkan adalah, bahwa Allâh menjadikan beberapa dari mereka para Nabi. Para Nabi lebih baik daripada ciptaan lainnya.

Semua Nabi memiliki sifat manusia terbaik. Mereka adalah Muslim sepanjang hidup mereka. Mereka tidak pernah menghujat/melakukan kekufuran, berbohong, menipu, mengkhianati, atau melakukan dosa besar lainnya, baik sebelum dan sesudah menerima Kenabian. Oleh karena itu, para Nabi adalah Makhluq mulia dan merupakan contoh sempurna bagi kita untuk diikuti. Mereka semua adalah pemandu kita, menunjukkan jalan kebenaran kepada kita.

Penciptaan Nabi Adam Alaihis Salam

Penciptaan Nabi Adam terjadi pada jam terakhir dari enam hari terakhir, yaitu hari Jumat. Nabi kita, MuHammad Sallallâhu ^alayhi wa Sallam, mengatakan bahwa Jumat adalah hari terbaik; inilah hari dimana Adam diciptakan.

Allâh Ta'ala memerintahkan seorang Malaikat untuk mengumpulkan tanah dari Bumi dengan warna yang berbeda; putih, hitam, merah, dan kuning. Serta jenis tanah yang lembut, kuat, baik dan buruk, dan apa yang ada di antaranya. Ini membuat anak-anak Adam datang seperti tanah: hitam, putih, kuning dan apa yang ada di antaranya, serta memiliki sifat mereka yang keras dan lembut dan apa yang ada di antaranya. Itulah yang dikatakan oleh Nabi kita Muhammad Sallallâhu ^alayhi wa Sallam, seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban. Malaikat membawa tanah tadi ke Surga, dicampur dan diaduk dengan air Surga sampai menjadi tanah liat. Allâh membuat bentuk Adam dari tanah liat. Allâh menciptakan Adam sebagai orang dewasa, bukan sebagai bayi.

Nabi Adam disebut "Adam" karena Beliau diciptakan dari tanah Bumi, yang disebut Adimul-^Ard dalam bahasa Arab. Diriwayatkan bahwa Adam memiliki kulit gelap, yang bertentangan dengan kulit putih. Allâh menciptakan Adam dalam bentuk yang sempurna.

Ukuran Adam adalah enam puluh hasta tingginya, dan tujuh hasta lebarnya, seperti yang didengar Abu Hurayrah dari Nabi Muhammad Sallallâhu ^alayhi wa Sallam, yang dicantumkan dalam Musnad Ahmad. Oleh karena itu, Penghuni Surga nanti akan memiliki tubuh dengan tinggi dan lebar seperti Nabi Adam.

*Peringatan*

Manusia TIDAK berasal dari kera yang berkembang. Barangsiapa mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, ini berarti telah melakukan kekufuran.

Ketika wujud Adam dikeringkan di Surga, Jinn pertama (Iblis) juga tinggal di Surga dan memutari di sekitar tubuh Adam yang sempurna. Pada saat itu Iblis masih sebagai Muslim. Imam Ahmad dalam Musnadnya mengatakan bahwa Nabi Sallallâhu ^alayhi wa Sallam berkata, “Sesungguhnya Allâh menciptakan wujud Adam seperti yang DIA kehendaki. Allâh meninggalkan wujud Adam untuk beberapa waktu yang dikehendaki oleh Allâh, lalu Jinn pertama mengitari wujud Adam. Jinn pertama (Iblis) menyadari bahwa tubuh Adam memiliki rongga di dalamnya, dan tidak padat.” Adam tidak seperti malaikat, yang tidak memiliki bagian yang berongga dan tidak tidur, makan, atau minum. Iblis bertanya-tanya mengapa Allâh menciptakan ciptaan seperti ini. Jinn ini menyimpulkan bahwa jenis ciptaan Allâh ini lemah, tidak akan bertahan tanpa dukungan dari hal-hal lain, seperti makanan dan minuman.

Abu Ya^la mengatakan bahwa Nabi berkata, bahwa saat Iblis melewati wujud Adam dia mengatakan; "Tuhan menciptakanmu untuk sesuatu yang penting." Jinn ini (-Iblis menyebutnya dengan sebutan Jinn juga) memiliki bagian yang berongga, sehingga ia membutuhkan makanan, air dan hal-hal lain untuk bertahan hidup, pikirnya.

Nabi ADAM Diberi Nyawa

Allâh membuat nyawa memasuki dalam wujud tubuh Nabi Adam, setelah itu Beliau menjadi hidup dengan darah dan daging. Allâh memberkahi Nabi Adam dengan banyak pengetahuan, tanpa belajar dari seorang guru. Hal pertama yang Adam lakukan adalah Beliau bersin.

Hal pertama yang Beliau katakan adalah; "Al-Hamdulil-Lâhi Rabbil- ^Âlamîn" (pujian dan syukur kepada Tuhan, Tuhan semesta alam).

Allâh memerintahkan para Malaikat untuk *bersujud kepada Adam, dan mereka semua melakukannya. 

*Sujud para malaikat untuk Adam BUKANLAH sujud menyembah, tetapi salah satu bentuk salam dan hormat.

Allâh ta'ala memerintahkan para Malaikat untuk bertanya kepada Adam tentang nama-nama segala sesuatu. Para malaikat menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan itu, dan bahwa Adam diberi pengetahuan tentang hal-hal itu. Kemudian Allâh memerintahkan Adam untuk memberi tahu para Malaikat tentang nama-nama benda. Inilah bagaimana para malaikat tahu bahwa Nabi Adam lebih baik dari jenis mereka.

Para ulama mengatakan bahwa para Nabi dan Rasul lebih tinggi derajatnya dari semua Malaikat. Malaikat istimewa seperti Jibril dan Mika'il lebih baik daripada para Awliya’, juga di antara manusia biasa dan para Jinn Muslim. Awliya’ lebih baik daripada malaikat lain yang tidak memiliki peringkat khusus.

IBLIS Membantah

Iblis adalah Jinn pertama dan Nenek Moyang dari segala Jinn dan Setan, awalnya adalah sebagai Muslim, menyembah Allâh. Namun Iblis melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang istimewa, tinggi terhormat karena diciptakan dari Api Murni. Karena itulah Iblis membantah/menolak perintah Allâh untuk bersujud kepada Adam bersama para Malaikat. Nama Iblis, sebelum dia menjadi Kafir adalah ^Azazil. Ketika dia kafir namanya menjadi diganti dengan Iblis, yang berarti orang yang diusir dari kebaikan atau jauh dari ampunan Allâh.

Iblis, yang adalah seorang Jinn, diperintahkan untuk bersujud dengan para malaikat. Namun, dia menolak. Allâh memberi tahu kita di dalam Al Qur'an di Suratul-Kahf, ayat 50 sebagaimana artinya, bahwa; "Dia (Allah) memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam dan mereka melakukannya. Namun, Iblis si Jinn, yang berada di antara mereka dan diperintahkan, menolak untuk bersujud. Iblis tidak hanya tidak melakukan apa yang diperintahkan Allâh, tetapi Iblis merasa keberatan kepada Allâh yang membuat perintah itu sendiri. Ini adalah penghujatan/Kekufuran pertama yang Iblis lakukan.

Dari Suratul-‘A^raf, Ayat 12, kita tahu bahwa Allâh mengirim seorang Malaikat untuk menyampaikan pesan dari Allâh kepada Iblis; “Apa yang menghentikanmu dari bersujud ketika Aku memerintahkanmu untuk bersujud?” Setan berkata kepada Allâh; “Aku lebih baik darinya. Engkau menciptakan aku dari api yang murni dan Engkau menciptakannya dari tanah liat.”

Setelah itu Iblis dikutuk dan diambil dari kebaikan, namun dia meminta kepada Allâh agar membiarkannya hidup hingga Hari Kebangkitan. Namun Allâh tidak mengabulkan hal itu. Allâh memberinya hidup sampai Malaikat Israfil meniup Sangkakala pertama. Pada tiupan pertama ini Iblis akan merasakan kematian, juga semua yang lain termasuk manusia dan Jinn yang masih hidup.

Imam Muslim dan lain-lain meriwayatkan dari Abu Hurayrah bahwa Nabi berkata yang sebagaimana artinya; "Anak keturunan Adam dapat membaca sebuah ayat dari sujud (ketika seseorang membaca Al-Qur'an ada saat-saat ketika dia bersujud) dan bersujud kepada Tuhan, dan untuk sujud itu dia menghasilkan Surga. Setan merasa terasing dan terpojok menangis. Setan akan berkata pada dirinya sendiri, 'Aku akan mendapat hukuman yang berat. Anak cucu Adam diperintahkan untuk bersujud dan dia melakukannya. Untuk itu dia akan dihadiahi surga, sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud dan aku menolaknya’”

Allah Ta'ala menciptakan Hawwa’ istri Adam, dari rusuk kiri paling pendek dari Adam. Ini dikatakan dalam sebuah Hadits dalam buku-buku Al-Bukhariyy dan Muslim, dari Ibn ^Abbas dan Abu Hurayrah. Allâh tidak menciptakan Hawwa‘ sebagai seorang bayi juga. Allâh menciptakan Hawwa sebagai orang dewasa, sesuai dengan ketinggian Adam.

Nabi Adam dan Hawwa tinggal di Surga

Adam tinggal di Surga mulai dari siang hingga matahari terbenam. Ini adalah 130 (seratus tiga puluh) tahun menurut ukuran waktu kita di Bumi ini, karena saat itu satu hari adalah 1000 tahun lamanya.

Allah Ta'ala telah memerintahkan Adam dan Hawwa untuk hidup di Surga, yaitu Surga yang sama yang akan manusia masuki pada hari Kiamat. Allâh membuat Hawwa menikah dengan Adam ketika Dia menciptakannya.

Ketika Iblis menghujat, Allâh memerintahkan Iblis untuk meninggalkan Surga. Namun Iblis tidak segera pergi dan tinggal untuk jangka beberapa waktu, dia berbisik kepada Adam dan Hawwa sehingga mereka akan tidak patuh kepada Allâh dan meninggalkan Surga.

Allâh mengijinkan Adam dan Hawwa untuk makan dari buah Surga, minum dari airnya, dan menikmati kesenangan Surga tanpa kesulitan, kelelahan, atau kerja keras. Namun, Allâh memerintahkan mereka untuk tidak makan dari satu pohon tertentu. Allâh memberi mereka peringatan tentang kejahatan Iblis dan bisikan-bisikannya. 

Tidak tercantum dalam Al Qur'an atau dalam Hadith Sahih tentang jenis pohon ini. Karenanya, para Ulama memiliki perbedaan pendapat tentang hal itu. Ada yang mengatakan Buah Apel, buah Tin, buah Khuldi, pohon Palem, atau yang lain. Masih ikhtilaf

Adam dan Hawwa berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya untuk memetik buah, memakannya, dan minum dari sungai-sungai Surga. Namun, Adam tidak mentaati apa yang dilarang Allâh dengan makan buah dari pohon terlarang.

Iblis Berbisik kepada Adam dan Hawwa

Iblis menangis dan berkata, “Aku merasa kasihan kepadamu karena Allâh memerintahkanmu untuk tidak makan dari pohon itu. Jika kamu makan dari pohon itu, kamu akan hidup abadi.” Hawwa mendorong Adam untuk mengambil buah dari pohon itu, dan mereka berdua memakannya. Kemudian, bagian pribadi dari tubuh mereka terlihat karena mereka kehilangan cahaya yang sebagai pakaian mereka. Mereka mulai menutupi bagian-bagian ini dengan daun-daun Surga.

Allâh menghukum mereka karena dosa tersebut dengan membuat mereka turun dari Surga ke Bumi. Dosa ini terjadi SEBELUM Adam menjadi seorang Nabi. Adam menjadi Nabi setelah meninggalkan Surga. Baik Adam dan Hawwa segera bertaubat dari dosa tersebut. Itu bukan dosa besar, juga bukan dosa kecil dengan kekejian yang menurunkan derajat. Para Nabi tidak pernah melakukan dosa besar atau dosa kecil dengan kekejian yang bisa menurunkan derajat kenabiannya, baik sebelum dan sesudah Kenabian.

Orang-orang Kristen mengklaim bahwa Adam melakukan dosa yang sangat besar, akibatnya tetap menjadi beban bagi anak-keturunannya, dan bahwa Nabi Isa datang untuk menyelamatkan orang-orang dari konsekuensi-konsekuensi tsb. *Klaim mereka adalah PALSU, tidak benar.* Dosa Nabi Adam adalah dosa kecil yang Beliau lekas untuk bertaubat. Anak-keturunan Adam tidak menanggung dosa apa pun sebagai konsekuensi tsb.

Adam dan Hawwa Diturunkan ke Bumi

Allâh membuat Adam, Hawwa dan Iblis turun ke Bumi. Dikatakan bahwa Adam diturunkan di daerah Sri Lanka. Tempat di mana Nabi Adam diturunkan tetap menjadi tempat yang sangat harum. Setelah itu Allâh memberinya Wahyu, mengirimnya sebagai Nabi dan Rasul kepada istri dan anak-anak mereka.

Hawwa mengandung berkali-kali, setiap kali Hawwa melahirkan anak kembar, laki-laki dan perempuan, kecuali Seth (Shith). Pada saat itu, diperbolehkan bagi anak laki-laki untuk menikahi saudara perempuannya, tetapi bukan saudara kembarnya. Saudara laki-laki itu diizinkan untuk menikahi saudara perempuannya dari pengandungan yang lain. Wahyu diberikan kepada Nabi Seth putra Adam, Beliau kemudian menghapus hukum ini.

Adam dan Hawwa Hidup dengan cara yang Terhormat

Allâh memberikan kepada Adam pengetahuan tentang semua bahasa. Namun, sebagian besar percakapannya dengan anak-anaknya menggunakan bahasa Syriac/Suriyani. Dari Beliau, orang belajar menanam, memanen, membuat roti dan membuat pakaian. Nabi Adam bahkan mengajarkan pembuatan uang logam seperti Dirham dan Dinar. Mereka membuat koin-koin ini dari emas dan perak. Adam dan anak-anaknya memiliki sistem moneter pertama.

Adam tidak tinggal di Sri Lanka, tetapi pergi ke berbagai tempat di Bumi. Ketika Adam berada di daerah Arafah (dekat Mekkah), Allâh mengeluarkan dari belakang punggungnya semua jiwa manusia -dari anak Adam hingga manusia terakhir hingga datangnya Kiamat-. Allâh membentuk mereka dalam ukuran sekecil semut dengan bentuk manusia. Allâh memberikan tubuh-tubuh kecil ini pemahaman, bahwa mereka semua bersaksi dan mengakui bahwa Allâh adalah Tuhan kita, baik jiwa-jiwa Muslim dan jiwa para Non-Muslim. Kita semua telah bersumpah untuk mengakui dan percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Allâh dan tetap teguh dalam islam.

An-Nasa'iyy, Al-Hakim, Imam Ahmad, dan Ibnu Jarir melalui Ibnu Abbas, meriwayatkan bahwa Nabi berkata, sebagaimana artinya; “Allâh membawa semua keturunan Adam dari punggungnya di Arafah, dan Allâh mengambil sumpah dari mereka“. 

Kemudian Allâh mengatakan dalam Ayat ke 173, Surat Al-'A^raf yang sebagaimana artinya, bahwa Allâh berkata, 

“Apakah Aku ini Tuhanmu?” 

Mereka mengucapkan sumpah, “Ya, Engkau adalah Pencipta kami”. 

Allâh berkata; "Alastu bi Rabbikum (Apakah Aku ini Tuhanmu?)”. 

Oleh karena itu, inilah yang disebut Yawm (hari) Alastu. Nama lain untuk hari itu adalah "Yawmudh-Dharr". Dharr adalah partikel kecil. Tuhan membawa keturunan Adam (semua manusia) dari punggung Adam dan membentuknya menjadi tubuh yang sangat kecil, seperti partikel kecil.

Saat jiwa telah bergabung dengan tubuh dalam kehidupan ini, orang-orang melupakan kejadian (Sumpah) itu. Kemudian, setelah kematian dan pada Hari Kiamat, tabir diangkat. Mereka kemudian ingat kejadian saat mereka melakukan sumpah. 

Imam Aliyy dan ulama lainnya berkata, “Orang-orang saat hidup tertidur lelap; ketika mereka mati, mereka baru bangun.” Setelah jiwa dipisahkan dari tubuh dalam kematian, maka orang-orang baru mengingat sumpah yang mereka lakukan.

Pada Hari Kiamat, para penghujat tidak akan mampu mengatakan, “Ya Allâh, jika Engkau telah mengutus kepada kami para Rasul, maka kami akan mengikuti mereka”, karena Allah telah mengirim para Nabi dan Rasul dengan Wahyu kepada mereka.

Nabi berkata bahwa setiap anak dilahirkan dengan FITRAH; artinya setiap anak dilahirkan dengan kesiapan untuk percaya pada Allâh, sesuai dengan sumpah yang diambilnya. Kemudian, orang tua si anak melatihnya dan mengajarinya. Mereka yang diajar oleh orang tua mereka keyakinan yang benar, tumbuh dengan keyakinan yang benar, dan mereka yang mengajarkan Yudaisme, atau keyakinan salah lainnya, maka si anak menerimanya. Hal ini adalah yang terjadi pada umumnya.

Para Nabi, sebagaimana Nabi Ibrahim ^alayhi Salaam, mereka tidak pernah menerima ajaran kafir orang tua mereka, dan mereka adalah Muslim sepanjang hidupnya, seperti semua Nabi lainnya. Juga, beberapa orang yang bukan Nabi dilahirkan dari orang tua yang Kafir, tetapi menolak kekafiran orang tua mereka dan memeluk Islam, seperti Sahabat Nabi Muhammad, yaiu Imam ^Aliyy.

Dalam masa Adam, Ka'bah di Makkah dibangun untuk pertama kalinya dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibangun empat puluh tahun setelahnya.

Adam memiliki jenggott, tetapi tubuhnya tidak memiliki rambut. Beliau tidak memiliki satu rambut pun di badannya, benar-benar tidak seperti apa yang dikatakan oleh para pendusta bodoh tentang "Manusia Pertama". 

Orang yang mempunyai keyakinan bahwa manusia yang berasal dari kera atau hewan berarti dia sama telah mendustakan Al-Quran, Hadith, Konsensus kaum Muslim. Dan ini adalah Kufur.

Adam memiliki bentuk tubuh yang indah, sebagaimana dikutip dalam Suratut-Tin, ayat 4 sebagaimana artinya: bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.

Adalah nyata dan terbukti, bahwa Adam adalah Nabi yang pertama dalam Islam. Bukti-bukti ini dapat diambil (tercantum) dalam Ayat-Ayat Al Qur'an dan Hadith.

Pembunuhan Pertama dalam Kehidupan Manusia

Pembunuhan pertama yang terjadi di muka Bumi adalah pembunuhan Habil oleh Qabil, kedua putra Nabi Adam. Qabil adalah seorang petani, dan Habil adalah seorang gembala. 

Habil mempunyai postur tubuh yang kuat dibandingkan dengan tubuh Qabil yang lemah.

Suatu hari saat Nabi Adam berada di Makkah untuk menunaikan Ibadah Hajj, Habil dan Qabil diperintahkan oleh Allâh untuk memberikan kurban. Qabil memberikan buah yang tidak bermutu baik, dan Habil memberikan domba terbaiknya. Allâh menerima persembahan Habil, tetapi bukan persembahan Qabil.

Habil ingin menikahi saudara kembar Qabil, namun Qabil melarangnya karena dia sendiri menyukai saudara kembarnya dan ingin menikahinya. Namun sesuai Hukum dari Allâh (saat itu), Qabil tidak dapat menikahi saudara kembarnya dan Habil dapat menikahi gadis itu karena dia bukan saudara kembarnya. Semua ini membuat Qabil cemburu pada Habil. Qabil memutuskan untuk membunuh Habil. 

Qabil berkata bohong kepada Habil, “Aku punya kejutan untukmu. Itu ada di sana.” 

Habil berkata kepada Qabil: „Aku tahu bahwa kamu ingin membunuhku dan aku bisa melawanmu karena aku lebih kuat darimu. Tapi aku mohon padamu, jangan bunuh aku, bukan aku takut padamu tapi karena aku tak mau kamu melakukan Dosa besar.“

Namun Qabil tidak mau mendengarkan nasehat Habil. Begitu Habil membalikkan punggungnya, Qabil memukulnya di belakang kepala. Banyak darah mengalir yang menyebabkan Habil mati.

Qabil meninggalkan tubuh Habil untuk beberapa waktu. Kemudian Allâh mengirim dua ekor burung gagak yang sedang berkelahi. Salah satu dari mereka mati dan burung gagak satunya mulai menggaruk tanah, untuk mengubur gagak yang telah mati. Hal itu menunjukkan agar Qabil menyembunyikan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Celakalah aku, bahkan aku tidak bisa berpikir seperti gagak ini, untuk menyembunyikan mayat saudara laki-lakiku?” Qabil tidak menyesali pembunuhan itu. Namun dia merindukan saudaranya dan merasa kasihan karena dia tidak berpikir untuk menguburnya.

Tentang pembunuhan Qabil terhadap Habil ini tercantum dalam al-Qur^an Surat al-Maidah dan dalam Hadits.

Dosa pembunuhan ini tidak membuat Qabil menjadi Kafir, tetapi itu adalah dosa besar. Qabil menanggung beban atas dosa itu, dan karena dia adalah orang pertama yang melakukan dosa, dia telah memberikan contoh bagi yang lain. 

Rasulullâh Sallallâhu ^alayhi wa Sallam berkata dalam sebuah Hadits, bahwa setiap terjadi pembunuhan di atas muka bumi ini hingga pada Hari Kiamat tiba, maka sebagian Dosa pembunuhan itu akan ditimpakan kepada Qabil, karena dialah yang memulai perbuatan buruk ini (memberi contoh pembunuhan). Sehingga jumlah Dosa Qabil pada Hari Pembalasan akan sangat banyak...

Wafatnya Nabi Adam ^Alayhi Salaam

Nabi Adam hidup di Bumi selama delapan ratus tujuh puluh (870) tahun, sehingga lengkap berusia seribu (1000) tahun (bila kita menambahkannya ke 130 tahun saat Beliau tinggal di Surga). Beliau tidak wafat hingga Beliau telah melihat empat puluh ribu (40.000) dari keturunannya. Lokasi makam Nabi Adam tidak dikonfirmasi dimana tepatnya, ada beberapa perbedaan pendapat. Beberapa orang mengatakan bahwa Beliau dimakamkan di sebuah gua di Gunung Abu Qubays di Makkah, dan yang lain mengatakan di tempat yang lain. Diriwayatkan bahwa Hawwa hidup satu tahun setelah wafatnya Nabi Adam. Kemudian Hawwa dimakamkan di samping makam Nabi Adam di gua yang sama.

Ref: Kitab Qasashul Anbiya'

COMMENTS

Name

AjaranNU,8,Akidah,8,AmaliyahNU,7,Antihoax,4,Bandengan,3,Banom,25,Banser,4,Bapangan,2,Bulu,2,Demaan,2,Fatayat,6,Gpansor,6,Hikmah,14,Internasional,14,IPNU IPPNU,9,Jatman,2,Jepara,28,Jobokuto,2,JQH,5,Kajian,26,Karangkebagusan,1,Kauman,1,Kedungcino,3,Keislaman,29,Kuwasen,3,Lakpesdam NU,1,LAZISNU,1,LBMNU,2,LDNU,4,LESBUMI,1,LFNU,1,LKNU,2,LPBHNU,1,LPNU,1,LTMNU,2,LWPNU,1,Maarif,6,Mulyoharjo,1,Muslimat,8,MWCNU,21,Nasional,28,News,63,NU,25,NUabad21,6,NUDunia,7,Pagarnusa,1,Panggang,1,Pendidikan,7,Pengkol,1,Potroyudan,1,RMI,5,Saripan,3,SejarahNU,7,Tokoh,7,Ujungbatu,1,Wonorejo,3,Ziarah,11,
ltr
item
Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Jepara Kota: Kisah NABI ADAM Alayhis Salaam
Kisah NABI ADAM Alayhis Salaam
Kisah NABI ADAM Alayhis Salaam. Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allâh Subhânahu wa Ta^âlâ. Beliau adalah seorang Nabi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjZRjKP5O07_EO6X7eLZq6kyjUXltEJVjNthYUXLOBXcWD-ilg_CyvdUEyrj5sncC0PACvncrx07SmfNuiSlIx0v7oS8LrfxK_IDKUqjMPGCDTveBf0q22Zb5YuPG_4K4kOmLMx7nQOmTa3tvDYKFAk61TjwuuDa30l1qi3ghiKGlRBJcmGJ-IDYbXQ=w640-h366
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjZRjKP5O07_EO6X7eLZq6kyjUXltEJVjNthYUXLOBXcWD-ilg_CyvdUEyrj5sncC0PACvncrx07SmfNuiSlIx0v7oS8LrfxK_IDKUqjMPGCDTveBf0q22Zb5YuPG_4K4kOmLMx7nQOmTa3tvDYKFAk61TjwuuDa30l1qi3ghiKGlRBJcmGJ-IDYbXQ=s72-w640-c-h366
Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Jepara Kota
https://www.mwcnujepara.com/2021/11/kisah-nabi-adam-alayhis-salaam.html
https://www.mwcnujepara.com/
https://www.mwcnujepara.com/
https://www.mwcnujepara.com/2021/11/kisah-nabi-adam-alayhis-salaam.html
true
3557243800941901703
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy