KABAR

Jembatan Gantung di Desa Lubanglor Purworejo Ambruk, Akses Warga Lumpuh

Purworejo - Jembatan yag berada di Warga Desa Lubanglor, di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengalami kerusakan berat, ambruk. Jembatan tersebut adalah jembatan gantung penghubung desa, kerusakan dengan ambruknya jembatan terjadi pada Sabtu, 4 April 2026. Setelah peristiwa tersebut, mobilitas penduduk di beberapa dusun yang sebelumnya bergantung pada jembatan tersebut langsung terganggu atau lumpuh.


Selama bertahun-tahun, jembatan gantung tersebut telah berfungsi sebagai jalur utama masyarakat untuk berbagai acara penting. Mulai dari mengunjungi sawah, pasar, sekolah, bekerja, hingga mengambil bagian dalam kegiatan religius seperti mengaji. Di antara lembaga pendidikan yang terkena dampak adalah SD Negeri setempat, MI Imampuro, dan pesantren seperti Pondok Pesantren Raudlatul Huda dan Pondok Pesantren At-Taslimiyah.

Selain itu, jembatan gantung ini juga menghubungkan Tegal Gondo Klepu dengan beberapa daerah seperti Lubanglor, Lubang Kidul, Lubang Sampang, Lubang Indangan, dan Lubang Kulon. Dengan runtuhnya jembatan praktis, konektivitas antar wilayah terputus.

“Barusan kejadiannya, hari ini,” kata warga berusia 59 tahun Fatchan Kamal kepada jurnalis NU pada hari Sabtu, 4 April 2026.

Jembatan gantung ini dibangun pada akhir 2009 dan telah digunakan selama hampir 17 tahun, kata Kamal. Selama itu, perawatan baru hanya dilakukan pada tahun 2013 setelah banjir melanda.

Beberapa hari sebelum peristiwa, ia mengungkapkan bahwa sejumlah warga telah berbicara dengan perangkat desa, termasuk carik (sekdes), tentang rencana untuk mengajukan proposal perbaikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ungkapnya, "Rencananya untuk perawatan badan jembatan, normalisasi sungai, dan perlindungan struktur pondasi jembatan sisi barat. Tapi belum sempat terealisasi, jembatan sudah ambruk duluan."

Saat ditanya tentang saksi jembatan runtuh, dia menjawab bahwa ada beberapa warga, termasuk KH Nur Muhammad dan Mas Budi.

Tidak ada laporan tentang korban jiwa hingga berita ini diturunkan. Karena jembatan merupakan pusat aktivitas warga, kerugian material dan dampak sosial dinilai cukup besar.

Menurut Kamal, Desa Lubanglor dikenal sebagai kampung Nahdliyin, yang merujuk pada warga Nahdlatul Ulama (NU), dan memiliki banyak aktivitas keagamaan.

Dia mengakhiri dengan mengatakan, “Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk penanganan darurat dan pembangunan kembali jembatan agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan dapat segera pulih.” 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar